ndogkurwok

ndogkurwok
kentir dan kemplu

08/02/11

Relung



Yang mampu menuliskan prosa hidup adalah cermin yang tergolek lusuh, Lantaran sinar dari halaman rumah,Telah menyilaukan mata ini,


Serpihan hiduppun masih bisa dipunguti kembali. Walau cuma tersisa ketidak tahuan esok pagi.

Jangan kita menopang lagi pada tulang iga yang mulai retak.
Tatap sendu hati yang telanjang.
Tetap saja kita tatap, warna sore yang terselip di kaki langit.

Relung jaman telah membentuk usia.
meninggalkan catatan demi catatan.
tapi bukan cinta ini.
karena langit telah memahatnya untuk kita.

saat di suatu sore kita ingin membaca sambil tersenyum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar